Minggu, 22 Oktober 2017

Stop Sebutan "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" untuk Guru!

Sebutan "pahlawan tanpa tanda jasa" sudah menjadi sebutan umum di masyarakat Indonesia untuk sosok seorang guru. Maklum, tidak ada bentuk penghargaan resmi di negara ini yang secara khusus didedikasikan untuk guru. Tidak ada bintang jasa, tidak ada gelaran tertentu yang berlaku resmi secara nasional untuk mengapresiasi peran guru dalam membangun bangsa, terutama dalam membangun karakter bangsa. Para guru pun sepertinya sudah pasrah dengan sebutan tersebut, dan tidak mengeluh. Mengajar anak-anak bangsa merupakan satu tugas yang mulia, menurut mereka (para guru) mulia dan menurut kita tidak barangkali. Masih untung disebut "pahlawan", daripada tidak diberi sebutan apa-apa. Masih untung tidak disamakan dengan "buruh", meskipun dalam kenyataannya mereka menjadi buruh kasar untuk sistem yang mengusung jargon "nama baik sekolah", atau "pendidikan berbasis kompetensi", atau apapun namanya: tidak ada daya untuk melawan kesewenang-wenangan ketika gaji disunat untuk keperluan yang tidak jelas, kurikulum diutak atik seiring pergantian menteri, atau jadwal Ujian Nasional dimajukan sehingga mereka harus menyelesaikan kurikulum sesegera mungkin (tapi gaji tidak dinaikkan). Pahlawan tanpa tanda jasa, dapat diinterpretasikan sebagai pahlawan yang "tidak akan pernah diberi tanda jasa", atau sebagai pahlawan yang "tidak perlu diberi tanda jasa". Keniscayaan seorang guru adalah "tidak pernah atau tidak perlu diberi tanda jasa" ? Begitu sulitkah membuat suatu kategori bintang jasa khusus untuk guru ? Apakah perlu pembahasan di parlemen sampai berhari-hari, sekedar untuk mengakui jasa guru sampai ke level negara ? Mungkin pemerintah merasa sudah cukuplah guru diberi ucapan "terima kasih" oleh murid-muridnya dalam bentuk puisi ? Atau sebutan "pahlawan" cukup sebagai alat cuci tangan pemerintah untuk tidak memperhatikan kesejahteraan guru ? Apa yang saya suarakan di sini mungkin terkesan sepele. Mengapa hanya sebutan "pahlawan tanpa tanda jasa" saja diributkan ? Menurut saya, apa yang kita tanamkan di otak kita tentang suatu obyek, itu akan mempengaruhi tindakan kita ke depan yang berkaitan dengan obyek tersebut. Saya ambilkan contoh: ketika kita sudah menanamkan dalam diri kita bahwa "Semua polisi itu adalah tukang palak", maka dalam setiap tindakan kita, kita akan selalu mewaspadai kemungkinan seorang polisi akan menodong, minta uang secara paksa, dan sebagainya. Padahal tidak demikian. Dalam kasus guru, saya khawatir bahwa sebutan "pahlawan tanpa tanda jasa" akan membuat citra guru di mata pemerintah dan masyarakat sebagai sosok yang tidak perlu secara khusus diberi perhatian. Sudah terbukti bukan, kesejahteraan kebanyakan guru masih di bawah standar, meskipun gaji mereka dinaikkan. Padahal, baik buruknya bangsa ini sangat ditentukan oleh para guru. Prof. Dr. B. J. Habibie tidak akan seperti sekarang ini tanpa jasa Oemar Bakri, eh..., guru. Para pembaca tidak akan dapat membaca tulisan saya, kalau tidak pernah diajar oleh guru. Mungkin di Indonesia ini hanya AD (pentolan sebuah grup musik Indonesia) saja yang tidak mengakui besarnya jasa guru. Saya masih percaya para guru di Indonesia bukan orang-orang pengejar harta yang membabi buta. Akan tetapi, ada sisi kemanusiaan para guru di Indonesia yang tidak dapat kita pungkiri, yaitu bahwa mereka juga membutuhkan penghasilan yang memadai untuk menghidupi keluarganya. Dan tidak dapat dibantah pula bahwa tingkat kesejahteraan mereka juga mempengaruhi kinerja mereka dalam mencerdaskan kehidupan para muridnya. Kinerja guru akan mempengaruhi pula kualitas para muridnya. Tentu saja, para guru mempunyai sisi idealisme: meskipun gaji kecil, tetapi mencerdaskan kehidupan bangsa itu lebih penting. Untuk dapat memberi perhatian pada guru, langkah pertama menurut saya adalah, perbaiki dahulu pencitraan untuk para guru. Saya mengusulkan sebutan untuk mereka diganti. Bukan "pahlawan tanpa tanda jasa", tetapi "pahlawan dengan jasa paling besar (untuk pembentukan karakter bangsa)". Logikanya, dengan pencitraan yang saya usulkan, ketika kita memberi tanda jasa untuk seorang pahlawan non-guru, kita seharusnya memberi tanda jasa yang lebih istimewa lagi kepada guru. Ketika kita menyadari begitu besarnya jasa para guru, saya yakin tindakan-tindakan kita ke depan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan guru dapat lebih tepat sasaran. Pemerintah juga harus menyadari, bagaimana karakter bangsa kita ke depan, akan sangat dipengaruhi oleh optimal atau tidaknya peran guru. Bagaimana mungkin peran guru menjadi optimal ketika setelah jam pelajaran sekolah selesai, dia harus menjadi pemulung sampah ? bagaimana mungkin guru akan berimprovisasi jika pikirannya melayang ke anaknya yang sakit dan tak terobati karena biaya pengobatan mahal ? Bagaimana mungkin guru dapat menjelaskan pertanyaan yang memusingkan dari murid-muridnya kalau perutnya keroncongan karena hanya makan sekali dalam sehari ? Guru bukan robot, dan guru masihlah manusia. Jadi, prioritaskanlah kesejahteraan guru dalam RAPBN/APBN kalau ingin membangun bangsa ini menjadi lebih baik !! Sebagai penutup, saya tuliskan lirik sebuah lagu yang menurut saya lebih cocok sebagai lagu untuk menghormati para guru, tanpa menghilangkan respek saya pada lagu "Hymne Guru" yang sering dinyanyikan pada setiap Hari Pendidikan Nasional dan Hari Guru. Lagu ini populer sekali di TVRI belasan tahun yang lalu:
Kita jadi pandai menulis dan membaca dari siapa... Kita jadi pintar beraneka bidang ilmu dari siapa... Kita jadi pintar dibimbing pak guru Kita jadi pandai dibimbing bu guru Gurulah pelita Penerang dalam gulita Jasamu tiada tara...


By: Anugrah Kusumo  
https://www.kompasiana.com/nugie161/stop-sebutan-pahlawan-tanpa-tanda-jasa-untuk-guru_54ffbd1ea333111b6550faf3

Guru "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" Pretttttttttttttttt............

sangat menarik ketika kita sering mendengar " guru pahlawan tanpa tanda jasa"........

slogan ini apakah sebuah penghargaan atau pembodohan dan justru PENGHINAAN terhadap profesi guru?

kalau slogan ini sebuah penghargaan kenapa guru dari jaman jepang hingga kini tidak lebihnya sbagai seorang PELAKU SENI TEMPO DOELOE yang mencari EKSISTENSI karena mereka harus bersaing dengan pelaku seni yang masih fress dan baru.....

mereka (GURU) seakan-akan dianggap tidak ada ditengah-tengah gemerlap kehidupan profesi lainnya......namun ketika pendidikan kita mengalami penurunan, gurulah yang menjadi amuk kemarahan lapisan masyarakat termasuk pemerintah.

...apakah ini yang disebut PENGHARGAAN?

tentu ini bukan penghargaan...justru slogan ini adalah PEMBODOHAN DAN PENGHINAAN.....

PEMBODOHAN? begini......

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

1. mana ada guru dengan karakter dan kondisi mental, semangat dan jiwa seperti pengetian diatas SAAT SEKARANG, kecuali GURU saat PERJUANGAN MEREBUT KEMERDEKAAN....... brarti GURU bukanlah PAHLAWAN manurut KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA.

2. Tanpa tanda jasa?????? tanpa tanda jasa dari hongkong........lalu disebut apa SATYA LENCANA 20 TAHUN YANG DIBERIKAN KE GURU??????

PENGHINAAN? begini kawan.....

nilai penghinaannya ada pada perlakuan PEMERINTAH dan DPR dalam membuat aturan dan pelayanan terhadap GURU itu sendiri. satu sisi GURU disebut "pahlawan tanda tanda jasa" tapi satu sisi justru PEMERINTAH dan DPR tidak meletakkan PROFESI GURU sebagai PROFESI yang TERHORMAT, baik terhormat secara sosial maupun terhormat secara INCOME.

lalu........apakah kita masih menyebut guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa?????

janganlah....cukup PEMERINTAH yang berdosa......kita harus menyebut guru adalah SOSOK YANG MENJADIKAN BANGSA INI MAJU NAMUN DIA SENDIRI TIDAK MAJU-MAJU........

MERDEKA BANGKITLAH GURU INDONESIA MELAWAN PEMBODOHAN INI.......

By : edy suprayitno
https://www.kompasiana.com/edobrak/guru-pahlawan-tanpa-tanda-jasa-pretttttttttttttttt_55297810f17e610f758b45b5

Selasa, 06 Juni 2017

MOTIVASI KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS

MOTIVASI KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS 


Dewi Fujianah 
Nim 101714203 
Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya 




         Abstrak Perkembangan dalam dunia pendidikan yang selalu berubah dan standart kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah yang semakin tinggi berdampak pada pengelolaan proses pendidikan didalamnya. Melihat hal tersebut mengharuskan kepala sekolah yaitu sebagai pimpinan tertinggi lebih memahami dan selalu mengawasi sistem kerja yang terjadi disekolah. Sistem kerja yang memiliki pengaruh terbesar dalam sekolah yaitu ada pada proses pembelajaran didalam kelas, hal ini secara langsung melibatkan masing-masing guru bidang studi. Tuntutan yang harus dipenuhi dalam kemampuan dan profesional dalam kinerja sangat dibutuhkan untuk menunjang sebuah kesuksesan pengelolaan pembelajaran. Jika guru tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut maka kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi membantu untuk mencari solusi dan menanyakan dengan melakukan pendekatan ataupun guru bisa datang kepada kepala sekolah dengan bercerita kesuitan-kesulitan apa saja yang telah di hadapi, agar kepala sekolah dapat dengan segera memberikan saran dan membantu untuk penyelesaiannya. Didalam pemberian saran ini dibutuhkan pula motivasi dari kepala sekolah agar guru dapat sadar dan percaya diri untu melaksanakan tugasnya didalam sekolah sehingga secara perlahan dapat melakukan perbaikan didalam dirinya dan memperbaiki kinerjanya. Kata Kunci: Supervisi Klinis, Motivasi, Kinerja PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu sistem kerja yang saling terkait antara komponen yang satu dengan lainnya. Yang mana di negara Indonesia ini memiliki berjuta-juta penduduk dari berbagai suku dan ras yang banyak mengalami pengangguran. Hal ini dikarenakan daya saing yang semakin tinggi dan lahan pekerjaan yang semakin rumit yang diakibatkan oleh tingginya tuntutan yang harus dipenuhi ketika didalam bekerja. Tuntutan tersebut biasanya berupa kualitas yang harus dimiliki oleh setiap pekerja. Berbicara mengenai kualitas tidak terlepas dari pengelolaan sistem yang ada di dunia pendidikan. Dalam pengelolaan tersebut khususnya disekolah secara langsung maupun tidak dipegang oleh pimpinan tertinggi dan dibantu oleh staf dibawahnya. 
        Pengelolaan sekolah yang baik menentukan proses pembelajaran dan proses pengajaran yang ada disekolah. Yang secara langsung proses pengajaran dan pembelajaran ini dipengaruhi oleh kinerja seorang guru di masing-masing bidang studi ketika mereka berada didalam kelas. Melihat fenomena diatas mengharuskan suatu perubahan untuk memenuhi sebuah kualitas khususnya dalam bidang pendidikan. perubahan tersebut dimulai dari hal terkecil yaitu perekrutan seorang guru untuk masuk sekolah. di dalam pengambilan pegawai utamanya guru harus benar-benar diperhatikan tingkat pendidikan dan kualitas mengelola kelas. Hal ini diperlukan karena faktanya sekarang rendahnya mutu pendidikan di pengaruhi dari kinerja guru yang kurang baik sehingga proses pembelajaran terhambat dan pengelolaan kelas tidak kondusif akibatnya materi tidak tersampaikan dengan tepat kepada para peserta didik yang berada di dalam kelas. Disni guru seharusnya menyadari akan kemampuan yang dimilikinya. yang bisa merasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya yaitu hanya dari diri guru itu sendiri, karena yang diharapkan dari seorang guru ketika mengajar dikelas yaitu ia dapat menguasai dan memahami materi yang akan disampaikan dan dapat melakukan pengelolaan kelas dengan baik. Tuntutan yang harus dipenuhi oleh seorang guru tentunya tidak mudah bagi seorang guru dapat melakukan semua hal tersebut, dibutuhkan suatu cara atau teknik yang tepat yang harus dikuasai oleh seorang guru untuk menunjang aktifitasnya ketika melakukan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah. Menurut Hasibuan (1999:126) menjelaskan kinerja mempunyai hubungan yang erat dengan masalah produktivitas, karena merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dalam suatu organisasi. Hasibuan menyatakan bahwa produktivitas adalah perbandingan antara keluaran (output) dengan masukan (input). Menurut Mitchell (Sedarmayanti, 2001:51), menyatakan bahwa kinerja meliputi beberapa aspek yaitu : 1) Quality of Work, 2) Promptness, 3) Initiative, 4) capability, dan 5) communication yang dijadikan ukuran dalam mengadakan pengkajian tingkat kinerja seseorang. Sesuai dengan aspek kinerja dari seorang guru tersebut diatas terdapat banyak penyimpangan yang telah terjadi diantaranya yaitu banyak guru yang belum mempunyai kelima aspek yaitu quality of work (kualitas kerja), promptness ( ketepatan), initiative (inisiatif), capability (kemampuan) dan communication (komunikasi). Untuk dapat melengkapi semua aspek kinerja tersebut dibutuhkan pula sebuah motivasi untuk menunjang rasa percaya diri dari guru tersebut demi mencapai sebuah kemampuan dan kualitas kinerja dari guru. Yang mana motivasi disini menurut Ernest L McConnick (Mangkunegara, 2002:94) yaitu “motivasi kerja didefinisikan sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja”. Dan motivasi tersebut dapat diberikan oleh pimpinan tertinggi disekolah yaitu kepala sekolah. proses pemberian arahan dan masukkan seperti inilah yang biasanya dikenal dengan sebutan supervisi klinis. Disini guru dapat bercerita atau kepala sekolah yang aktif untuk mengetahui apa saja permasalahn yang dihadapi oleh guru seputar kinerja yang dilaksanakanya.dan kepala sekolah memberikan saran dan masukan mengenai permasalahan yang terjadi serta jika megenai permasalahn dikelas kepala sekolah dapat ikut mendampingi selama proses pembelajaran berlangsung dan disana dapat dilihat kekurangan-kekurangan apa saja yang perlu di perbaiki. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kemampuan dan keprofseionalan dari seorang guru untuk memperbaiki kinerjanya. Supervisi klinis mempunyai arti Suatu proses bimbingan yang bertujuan membantu pengembangan kemampuan professional guru/calon guru, khususnya dalam penampilan mengajarnya, berdasarkan hasil observasi dan analisis data secara teliti dan obyektif. Pelaksana dari sepervisi klinis dinamakan Supervisor. Subjek dari supervisi klinis adalah kepala sekolah, sebagai kewajiban dari kepala sekolah adalah melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap para tenaga pendidikan. Menurut Danim dan Khairil (2010: 78) mengatakan bahwa Pelaksanaan supervisi klinis yaitu untuk meningkatkan kemampuan profesional guru melalui perbaikan kinerja dari gurunya, yang mana pelaksanaan supervisi klinis dilakukan melalui tahapan-tahapan 1). Praobservasi, hal ini berisi pembicaraan dan kesepakatan antara supervisor dengan guru mengenai apa permasalahan yang dihadapi oleh guru atau apa yang akan diamati dan diperbaiki dari pengajaran yang dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana permasalahan yang dialami guru selama melakuakn pengajaran didalam kelas yang nantinya bisa dilakukan perbaikan untuk menambah atau memperbaiki metode pengajaran yang dilakukan dikelas. 2). Observasi, yaitu supervisor mengamati guru dalam mengajar sesuai dengan fokus yang telah disepakati. Disini supervisor yaitu kepala sekolah mengikuti langsung jalannya pembelajaran dikelas yang dilakukan oleh guru namun dengan membawa instrumen supervisi yang telah disepakati bersama. 3). Analisis permasalahan yang dilakukan secara bersama oleh supervisor dengan guru terhadap hasil pengamatan. Setelah melakukan observasi dikelas maka kepala sekolah memberikan masukan dan saran mengenai permasalahan yang dihadapi dengan hasil sesudah dilakukannya supervisi apakah masih ada kekurangan dalam pengajaran dan pengelolaan kelasnya. Jika masih terdapat kekurangan maka selanjutnya 4). Perumusan langkah-langkah perbaikan dan pembuatan rencana untuk perbaikan. Tahapan yang terakhir ini yaitu memberikan alternatif penyelesaian yang akan dilakukan untuk pengajaran selanjutnya. Semua hal tersebut dapat dilakukan oleh seorang kepala sekolah di dalam mencapai suatu tujuan. 
          Dan untuk mencapai suatu tujuan tersebut tentunya dibutuhkan pula suatu pengawasan yang tujuannya yaitu untuk mencapai suatu ketercapaiaan target melalui evaluasi kinerja bersama. ISI 1. Konsep Dasar Supervisi Klinis 2. Perkembangan Supervisi Klinis Pada awalnya supervisi klinis diperkenalkan dan dikembangkan Morris L. Cogan, dan Robert Goldhammer dari Universitas Harvard School of Education pada akhir tahun 1950. Ada dua asumsi yang mendasari supervisi klinis sebagaimana dijelaskan oleh sergiovanmi yaitu sebagai berikut: (a) pengajaran merupakan aktivitas yang sangat kompleks yang memerlukan pengamatan dan analisis secara hati-hati. Melalui pengamatan dan analisis ini, supervisor pengajaran akan mudah mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola proses belajar-mengajar dikelas. (b) guru-guru yang ingin mengembangkan profesionalismenya lebih menghendaki cara yang kolegikal daripada cara autoritarian. (Bafadal, 1992:90). 
          Ada beberapa faktor yang ikut mendorong perkembangan supervisi klinis, salah satu faktornya adalah supervisi umum. Pada dasarnya supervisi umum dalam prakteknya dilaksanakan seperti evaluasi, sehingga supervisi ini sering tidak disukai, bahkan cenderung ditolak, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Hariwung (1989:221-224) mengemukakan ada beberapa praktik supervisi umum yang banyak tidak disukai oleh para guru, yaitu: 1) Pemberian supervisi umum didasarkan pada kebutuhan/keinginan para supervisor, oleh karena itu guru/calon guru kurang merasakan keuntungannya. 2) Dalam supervisi umum sasaran pengamatan supervisor terlalu umum dan luas, sehingga pemberian umpan balik terlalu sukar dan sering tidak terarah. 3) Pemberian upan balik sering menjadi pertemuan pengarahan, bahkan instruksi-instruksi dan tidak melibatkan guru/calon guru dalam menganalisis dirinya serta tidak memberikan cara-cara untuk memperbaiki/mengembangkan dirinya. Dari pemaparan diatas, dapat diketahui bahwasannya supervisi mengalami perkembangan, hal ini dikarenakan adanya kebutuhan guru terhadap supervisi yang lebih demokratis dan lebih mampu membantu guru untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan guru dalam proses belajar mengajar dikelas. Untuk lebih jelasnya perkembangan dari supervisi umum menjadi supervisi klinis dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2.1 Aspek perkembangan supervisi umum menjadi supervisi klinis No Aspek Perkembangan Supervisi Umum Supervisi Klinis 1 Prakarsa dam Tanggung Jawab Terutama oleh Supervisor Supervisor dan Guru 2 Hubungan Supervisor-Guru Realisasi atasan-bawahan Realisasi kolegikal yang sederajat dan interaktif 3 Sifat Supervisi Cenderung direktif/otokratif Bantuan yang demokratis 4 Sasaran Supervisi Sesuai keinginan Supervisor Sesuai kebutuhan guru dan dikaji secara bersama supervisor 5 Tujuan Supervisi Cenderung evaluatif Bimbingan yang analitik dan deskriptif 6 Balikan Samar-samar atau kesimpulan supervisor Dengan analisis dan interpretasi bersama antara supervisor dengan guru Sumber : http://jssukardjo.staff.fkip.uns.ac.id/2009/04/08/pengertian-prinsip-dan-prosedur-supervisi-klinis 1. Landasan Supervisi Klinis Terdapat beberapa landasan yuridis yang mendasari pentingnya kegiatan supervisi klinis pada tingkat satuan pendidikan. Landasan yuridis tersebut diantaranya dijelaskan sebagai berikut: 1. Landasan Yuridis 1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional : Bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. 2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen : Bahwa untuk menjamin perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu dan relevansi, serta tata pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pendidikan yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru dan dosen secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. 3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah : Pasal 1 (1) untuk diangkat sebagai kepala sekolah/madrasah, seseorang wajib memenuhi standar kepala sekolah/madrasah yang berlaku nasional. (2) Standar kepala sekolah/madrasah sebagimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Yaitu salah satunya kompetensi supervisi yang meliputi : 1. Merencanakan rogram supervisi pengajaran dalam rangka peningkatan profesinalisme guru, 2. Melaksanakan supervisi pengajaran terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat, serta 3. Menindaklanjuti hasil supervisi pengajaran terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. 4) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru : pasal 1 (1) setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional. (2) Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 2 ketentuan mengenai guru dalam jabatan yang belum memenuhi kualifikasi akademik diploma empat (D-IV) aau sarjana (S1) akan diatur dengan Peraturan Menteri sendiri 1. Pengertian Supervisi Klinis Menurut Ngalim Purwanto, supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Sutisna (Arikunto, 2004:11) Mengatakan Definisi supervisi adalah segala sesuatu dari pejabat sekolah yang diangkat yang diarahkan kepada penyediaan kepemimpinan bagi para guru dan tenaga pendidikan lain dalam perbaikan pengajaran, melihat stimulasi pertumbuhan professional dan perkembangan dari para guru, seleksi dan revisi tujuan-tujuan pendidikan,bahan pengajaran, dan metode-metode mengajar, dan evaluasi pengajaran. Wiles (Arikunto, 2004:11) Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi belajar-mengajar agar memperoleh kondisi yang lebih baik. Supervisi dapat diartikan sebagai layanan professional, layanan professional tersebut berbentuk pemberian bantuan kepada personil sekolah dalam meningkatkan kemampuannya sehingga lebih mampu mempertahankan dan melakukan perubahan penyelenggaraan sekolah dalam rangka meningkatkan pencapaian tujuan sekolah. Jadi dari beberapa pengertian diatas mengindikasikan bahawa supervisi klinis adalah suatu bimbingan yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru untuk membantu para guru menyelesaikan permasalahan atau kesulitan yang sedang dihadapinya demi mencapai suatu perubahan untuk mencapai sebuah kualitas yang telah ditentukan. 1. Tujuan Supervisi Klinis 1. Tujuan Umum Secara umum Supervisi klinis bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajar guru di kelas. Hubungan ini supervisi klinis merupakan kunci untuk meningkatkan kemampuan professional guru. 1. Tujuan Khusus Secara khusus Supervisi klinis bertujuan untuk: 1) Menyediakan suatu balikan yang objektif dalam kegiatan mengajar yang dilakuakan guru dengan berfokus terhadap: a) Kesadaran dan kepercayaan diri dalam mengajar. b) Keterampilan-keterampilan dasar mengajar yang diperlukan. 2) Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah pembelajaran. 3) Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi pembelajaran. 4) Membantu guru mengembangkan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Jadi dari tujuan diatas dapat diindikasikan bahwa untuk tujuan supervisi klinis yaitu untuk memperbaiki dan membantu para guru ketika mengalami kesulitan didalam kinerjanya demi mencapai suatu kinerja yang berkualitas. 1. Prosedur Pelaksanaan Supervisi Klinis Menurut sukirman (1998:89-90) supervisi klinis meliputi beberapa siklus, yaitu : pra observasi, observasi kelas, analisis hasil observasi, dan pembicaraan hasil observasi. 1. Tahap pertemuan pendahuluan (pra observasi) Kegiatan supervisor dan guru dalam tahap pertemuan pendahuluan adalah membicarakan rencana tentang keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. Tahap pertemuan pendahuluan memberikan kesempatan kepada guru dan supervisor untuk mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian menterjemahkan ke dalam bentuk tingkah laku yang dapa diamati. Pelaksanaan pertemuan pendahuluan juga membicarakan dan menentukan jenis data mengajar yang akan diobservasi dan dicatat selama pelajaran berlangsung. 
           Pada tahapan ini komunikasi yang efektif dan terbuka sangat diperlukan guna mengikat supervisor dan guru didalam suasana kerja yang harmonis. Suwarna, dkk (2005:183) mengemukakan bahwa secara teknis diperlukan lima langka utama bagi terlaksananya pertemuan pendahuluan yang baik, yaitu: 1) Menciptakan suasana intim dan terbuka antara supervisor dan guru/calon guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. 2) Membicarakan rencana pelajaran yang telah dibuat oleh guru yang mencakup tujuan, bahan, kegiatan belajar mengajar, serta alat evaluasinya. 3) Mengidentifikasi komponen keterampilan (beserta indikatornya) yang akan dicapai oleh guru/calon guru dalam kegiatan mengajar/latihan praktek mengajar tersebut, misalnya guru/calon guru yang berlatih menguasai keterampilan bertanya. 4) Mengembangkan atau memilih instrumen observasi yang akan digunakan, merekam data dalam penampilan guru/calon guru sesuai dengan persetujuan dan kesepakatan tentang keterampilan beserta indikatornya. 5) Instrumen observasi yang dipilih atau yang akan dikembangkan, dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. 1. Tahap observasi kelas (kunjugan kelas) Fungsi utama observer adalah “menangkap” apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap, agar supervisor dan guru dapat dengan tepat mengingat kembali hal-hal yang terjadi dalam pembelajran sebelumnya. Adapun tujuan dari kunjungan kelas adalah agar analisis dapat dibuat seobjektif mungkin, dan ide pokok dalam observasi ini adalah mencakup apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung sehingga dapat digunakan dalam analisis dan komentar. Suwarna (2005:183) mengemukakan hal-hal yang harus dilakukan pada saat pelaksanaan observasi antara lain guru melatih tingkah laku mengajar berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pendahuluan. Di pihak lain supervisor mengamati dan mencatat atau merekam tingkah laku guru ketika mengajar. Supervisor juga dapat mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa dikelas serta interaksi siswa dengan guru. 1. Tahap analisis hasil observasi Pada tahapan ini kepala sekolah menganalisis hasil observasi berdasarkan pengamatannya ketika menilai keterampilan mengajar guru didalam kelas. Pada tahapan ini suwarna (2005:183) berpendapat bahwa “hasil observasi yang ada dianalisis dan dimaknai oleh kepala sekolah, sehingga dapat digunakan sebagai bekal diskusi dengan guru”. Dari pemaparan ini dapat disimpulkan bahwasannya dengan tahap analisis hasil observasi ini, kepala sekolah dapat mengetahui kekurangan/kelemahan guru yang harus diperbaiki oleh guru, dimana hal ini juga dapat digunakan sebagai bahan diskusi dengan guru pada tahap berikutnya. 1. Tahap pertemuan balikan (pembicaraan hasil observasi dan tindak lanjut oleh guru) Pertemuan balikan ini merupakan diskusi umpan balik antara supervisor dengan guru/calon guru. Suasana pertemuan sama dengan suasana pertemuan pendahuluan yaitu suasana akrab, terbuka, bebas, dari suasana menilai atau mengadili. Supervisor menyajikan data sedemikian rupa sehingga guru/calon guru dapat menemukan kekurangan dan kelebihannya sendiri. Secara lebih rinci langkah-langkah pertemuan balikan ini adalah 1) Menanyakan perasaan guru tentang apa yang dialaminya dalam mengajar secara umum. Hal ini untuk menciptakan suasana santai, agar guru/calon guru tidak merasa diadili. 2) Meriview tujuan pelajaran. 3) Meriview target keterampilan serta perhatian utama guru dalam mengajar. 4) Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pelajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. 5) Menunjukkan serta mengkaji hasil observasi. 6) Supervisi yang diberikan bersifat bantuan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan sikap profesional. 7) Menanyakan perasaan guru/calon guru tentang proses dan hasil pelajaran tersebut. 8) Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya telah terjadi/tercapai. 9) Menentukan secara bersama rencana mengajar/latihan praktek mengajar yang akan datang baik berupa dorongan untuk meningkatkan hal-hal yang belum dikuasai dalam kegiatan yang baru berlaku, maupun keterampilan yang masih perlu disempurnakan. Sunarwan, dkk (2005:184) mengemukakan ada beberapa manfaat dari pembicaraan hasil analisis (balikan), yaitu : 1) guru mendapat penguatan dan kepuasan sehingga termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya. 2) isu-isu terbaru dapat didefinisikan bersama antara supervisor dan guru. 3) supervisor dapat memberikan bantuan didaktis untuk perbaikan keterampilan-keterampilan yang dianggap lemah. 4) guru dilatih atau dibimbing agar dapat melaksanakan supervisi diri sendiri. 5) supervisor dapat membantu keterampilan analisis profesional diri pada masa mendatang. 1. Motivasi Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Hamalik, 1992:173). Menurut Mulyasa (2003:112) motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi. Seorang siswa akan belajar bila ada faktor pendorongnya yang disebut motivasi.Menurut Dunham (2005:37) bahwa : “Motivation is the will to make effective effort:”. (motivasi adalah kemauan untuk membuat usaha yang efektif). Menurut Hasibuan (2003:92) “motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti “dorongan atau daya penggerak”. Motivasi ini hanya diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut. Menurut Fillmore H. Stanford (Mangkunegara, 2002:93) “bahwa motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu”. Dalam hubungannya dengan lingkungan kerja, Ernest L McConnick (Mangkunegara, 2002:94) mengemukakan “motivasi kerja didefinisikan sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja” Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkn bahwa motivasi adalah suatu dorongan yang diberikan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan orang tersebut dalam perbaikan diri untuk berprestasi. Motivasi ini sangat penting dilakukan karena dengan adanya motivasi maka seseorang dapat lebih percaya diri untuk melakukan sesuatu karena ia merasa banyak orang yang mendukung dan peduli terhadap dirinya. 1. Kinerja Guru Smith dalam (Mulyasa, 2005: 136) menyatakan bahwa kinerja adalah “…..output drive from processes, human or otherwise”. Kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses. Dikatakan lebih lanjut oleh Mulyasa bahwa kinerja atau performance dapat diartikan sebagai prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja, hasil-hasil kerja atau unjuk kerja. Kinerja merupakan suatu konsep yang bersifat universal yang merupakan efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawannya berdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Prawirasentono (1999: 2): “Performance adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral ataupun etika”. Kinerja guru adalah kemampuan dan usaha untuk meaksanakan tugas sebaik baiknya dalam perencanaan program pengajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Kinerja guru yang harus dicapai tentu berdasarkan kemampuan profesional selama melaksanakan tugas disekolah individu, proses dan hasil. Kinerja dapat dlihat dari beberapa kriteria, menurut Castetter ( dalam mulyasa, 2003) “ ada empat kriteria kinerja yaitu ; (1) Karakteristik individu, (2) Proses, (3) Hasil dan (4) Kombinasi antara karakter”. Dari beberapa pengertian diatas mengenai kinerja dapat di indikasikan bahwa kinerja yaitu suatu usaha yang dilaksanakan sehingga menghasilkan suatu kualitas dari hasil pencapaian seseorang. Untuk pelaksanaan kinerja harusnya disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian seseorang dalam bidangnya, sehingga kinerja yang akan dihasilkan pun dapat maksimal. PENUTUP 1. Kesimpulan Menurut Ngalim Purwanto, supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Menurut Ernest L McConnick (Mangkunegara, 2002:94) mengemukakan “motivasi kerja didefinisikan sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja” Menurut Mulyasa bahwa kinerja atau performance dapat diartikan sebagai prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja, hasil-hasil kerja atau unjuk kerja. Ketiga hal tersebut secara langsung maupun tidak langsung saling berkaitan erat didalam sebuah sekolah, karena dari motivasi yang diberikan oleh kepala sekolah melalui supervisi klinis maka dapat menghasilkan sebuah kinerja yang bagus dan dengan adanya supervisi klinis tersebut kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru juga dapat teselesaikan dengan cepat tanpa harus menunda. Namun untuk kelancaran semua tugas tersebut kuncinya yaitu adanya suatu kesepakatan antara kepala sekolah dengan guru untuk sama-sama menyelesaikan dan mecari solusi demi mencapai sebuah profesionalitas. Karena kinerja yang baik akan berkontribusi terhadap produktivitas dan produktivitas akan berkontribusi terhadap kepuasan karyawan dalam suatu organisasi. 1. Saran Untuk semua sekolah yang ada indonesia seharusnya menerapkan supervisi klinis ini, hal ini dikarenakan, dari pelaksanaan atau kegiatan supervis klinis ini dapat dijadikan suatu perubahan untuk perbaikan kinerja dari guru dan untuk menunjang keberlangsungan manajemen yang ada disekoalah. Sedangkan untuk sekolah yang sudah menerapkan kegiatan ini maka lebih ditekankan kembali untuk pemberian saran, solusi dan motivasi agar semua kesulitan-kesulitan yang dihadapi penangannya dapat sesuai dan tidak memberatkan hati atau kegiatan dari para guru.

*BENARKAH KALENDER ISLAM TIDAK SAMPAI 1500 ? PADAHAL SEKARANG SUDAH 1438 H. INI KAJIANNYA*

Darianto bersama Meliana Emerald dan Hilda Ramdhonah.
Monggo dibaca dgn tuntas, perlahan dan dipahami tulisan dibawah ini. Dalam *Khasanah*, program tayangan TV 7 yg siar stlh subuh pernah membahas ini scr gamblang, yook dibaca..Insya Allah bermanfaat
*BENARKAH KALENDER ISLAM TIDAK SAMPAI 1500 ? PADAHAL SEKARANG SUDAH 1438 H. INI KAJIANNYA*
Tidak terasa kita hidup dipenghujung Jaman.
Rasul SAW Berkata :
_Jaman itu dibagi 5_
_1. Jaman Nubuwwah_
(Jaman kenabian diawali dr Jaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW)
_2. Jaman Khilafah l_
(dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra).
_3. Jaman Al-mulk kerajaan_ (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau diindonesia Majapahit, Sriwijaya, Galu dsbnya).
_4. Jaman Jababiro_
(Jaman kebebasan maksiat dimana-mana dan kita hidup di Jaman ini).
Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org2 yg tdk cakap/dzolim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam banyak ttp bagaikan buih diatas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)... -->
*_Jaman ini sdh terjadi dan sdg kita jalani..._*
*_Astaghfirullah....._*
_5. Jaman Khilafah ll_
(Jaman yg mana suasana seperi pada Jaman Rosululloh SAW, nanti umat Islam akan dipimpin *_Imam Mahdi hanya berlangsung lebih kurang 9 tahun._*
_Pada Jaman ini pula Dajjal muncul, Nabi Isa AS jg muncul ditugaskan untuk membunuh Dajjal dan meng-Islamkan orang2 Kafir/Nashoro)._
Para Ulama hadits memprediksi ttg usia umur ummat Islam :
_1. Ibnu Hajar Asqalani_
seorang ulama pakar hadits, kitab beliau yg populer diindonesia adalah Fathul Barri Beliau berkata umur umat Islam sampai 1476 H.
_2. Imam As-syuyuthi_
Beliau mengatakan umur umat Islam sampai 1477 H
*_3. Ibnu Hajar Hambali_*
kata Beliau umur umat Islam lebih dari 1400 H namun tdk sampai 1500 H
Allahu Akbar sekarang umur umat Islam sudah sampai pada 1437 H.
*_Hari kiamat tdk ada yg tau termasuk Rosululloh SAW namun mengenai umur umat Islam, Rasulullah sdh memberi bocoran tdk sampai 1500 H._*
Kelak diakhir jaman Alloh SWT akan wafatkan serentak umat islam dimuka bumi dan yg tersisa hanyalah orang kafir yg akan menyaksikan hancurnya bumi gunung laut langit dan seluruh alam (baca Al-Qoriah, Al-Qiyamah, Al-Waqiah).
Diantara tanda kiamat kata Rasulullah SAW akan muncul Dukhan (kabut hitam) yg menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam, lalu sahabat bertanya Ya Rasulullah kapan itu terjadi???
Kata Baginda Nabi SAW itu terjadi apabila yg
- pertama KALAU PENYANYI WANITA BERMUNCULAN DIMANA-MANA
- Yg kedua kata Rasulullah SAW, kalau alat musik dicintai oleh umatku dan minuman keras dimana-mana....
*_Saudaraku,... tanda2 diatas sudah muncul semua sekarang.......... ._*
*_Mumpung masih ada waktu, mari segera benahi diri, perbaiki kualitas ibadah dan perbanyak amal sholih untuk bekal di akherat nanti...._*
Wallahu'alam....
*Sudah Siapkah...*
Note:
Kajian ilmiah seluruh Pakar Iptek di timur n barat sdh 100% membenarkan Peringatan Rasulullah 14 abad yg lalu...! n janji Allah pasti benar n tepat...!
BADAN Meteorologi dan Geofisika menyatakan bahwa akan terjadi kemarau panjang yang akan melanda dunia.
Diperkirakan kemarau panjang tersebut akan dimulai tahun 2019 hingga 2022. Cadangan air dunia saat ini hanya tersisa 3% saja.
Lalu apa artinya informasi ini bagi kita?
Artinya adalah *_keluarnya Dajjal telah sangat dekat._*
*_Dan munculnya Imam Mahdi telah berada di tengah-tengah kita, tanpa kita sadari._*
Ini berarti apa yang disabdakan Rasulullah telah terbukti.
Dalam hadits tentang kisah Tamim Ad-Dari, keluarnya Dajjal di tandai dengan keringnya danau Thabariyyah (Tiberias), keringnya mata air Zughar, dan pohon kurma Baisan tidak berbuah lagi. Dan jika kita mengikuti perkembangan informasi terakhir tentang tiga pertanda tersebut, sudah nyata terjadi.
Sudah dua tahun ini, pohon kurma di Baisan tidak berbuah lagi.
Diikuti dengan semakin minusnya mata air Zughar. Dan yang paling mencengangkan adalah surutnya air di danau Tiberias di Israel sudah sangat mengkhawatirkan.
Sedemikian, sehingga pemerintah Israel sibuk mencari sumber air lain.
Salah satunya perencanaan penyulingan air laut. Dalam hadits lain dikatakan bahwa Dajjal akan keluar dari sarangnya ditandai setelah terjadi kemarau dan kekeringan selama kurun 3 tahun. Dan sebagaimana disebutkan di atas, bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika telah memperkirakan kekeringan panjang akan dimulai tahun 2019 hingga 2022.
Jika di antara kita ada yang pernah berhaji dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, maka insya Allah pernah berjumpa dengan “calon Imam Mahdi” di dekat Ka’bah. Dan hanya orang-orang khusus saja yang mengetahui tanda tandanya. Dan kemunculan Imam Mahdi ini seperti yang pernah di nubuwahkan oleh Rasulullah adalah ditandai wafatnya Raja yang namanya bermakna nama hewan.
Bisa jadi ia adalah Raja Fahd (Fahd: singa). Setelah itu terjadi perselisihan. Dan naik tahta raja yang banyak dosa, kemudian meninggal, kemudian muncul raja yang baik. (Bisa jadi ia adalah Raja Salman). Wallahu a’lam.
Di masa atau setelah masa pemerintahan Raja Salman inilah terjadinya pembai’atan atas Imam Mahdi. Dari pertanda ayat-ayat qauniyah tersebut, kesimpulannya adalah akhir dari fananya dunia ini sudah demikian dekat.
Marilah kita berbuat baik semaksimal mungkin, dan ajaklah setiap berjumpa sesama muslim dimanapun, untuk semakin bersungguh-sungguh memperbanyak amal akhirat.
*ALLAHU AKBAR... !!!*
[6/2 10.46 PM] ‪+62 823-3055-8063‬: *_Kiamat menurut Agama Islam ditandai dengan beberapa petanda. Kita boleh baca novel sampai beribu2 kali tapi baca ini hanya perlu 5 menit_*
- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang se-benar2nya
- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Kabah
- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan
- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali
Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
Kita boleh kirim ribuan bbm mesra, promote, bc yang terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu"
Itulah yg dimaksud dajjal yg bermata satu: Artinya hanya memikirkan duniawi drpd akhirat.
Kerugian meninggalkn sholat :
Subuh: Cahaya wajah akan pudar.
Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.
Ashar: Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
Isya': Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.
Sebarkan dgn ikhlas. tiada paksaan dalam agama
Niatkan ibadah (sebarkan ilmu walau 1 ayat)
Nasihat Kubur:
1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD
2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan berSILATURAHIM ..
3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR'AN.
4). Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,
5). Aku yg menyempitmu hingga hancur bilamana tidak Sholat, bebaskan sempitan itu dengan SHOLAT
6). Aku adalah tempat utk merendammu dgn cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dgn PUASA..
7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah "LAILAHAILALLAH"
Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
Karena, saat kamu membawa Al-Qur'an, setan biasa2 saja.
Saat kamu membukanya, syaitan mulai curiga.
Saat kamu membacanya, ia gelisah.
Saat kamu memahaminya, ia kejang2.
Saat kamu mengamalkan Al-Qur'an dlm kehidupan seharI-hari, ia stroke.
Trus n trus baca & amalkan agar syaitan stroke semuanya juga jantungnya dan mati.
Ketika anda ingin menyebarkan .. ini, lagi2 syaitan pun mencegahnya.
Syaitan berbisik;
*Sudahlaaaaaah tak usah disebarkan, tak penting, buang waktu saja, tak mungkin akan dibaca*
Sekecil apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya .. Yang men-share ini...... Semoga menjadi amal. Aamiin

Senin, 17 November 2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran           : Otomotif Dasar
Kelas / Semester         : X / Ganjil
Alokasi Waktu             : 2 Jam
Pertemuan Ke             :  1 s/d 6
Standar Kompetensi    :  Menjelaskan Proses – Proses Mesin Konversi Energi
Kompetensi Dasar       :  1. Menjelaskan konsep motor bakar
2. Menjelaskan konsep motor listrik
3. Menjelaskan konsep generator listrik
4. Menjelaskan konsep pompa fluida
5. Menjelaskan konsep compressor
6. Menjelaskan konsep refrigarasi
A.     Indikator              : 
a.      Kognitif
1.      Produk
·         Menjelaskan fungsi motor bakar
·         Menjelaskan fungsi motor listik
·         Menjelaskan fungsi generator listrik
·         Menjelaskan fungsi pompa fluida
·         Menjelaskan fungsi kompressor
·         Menjelaskan fungsi refrigerasi

2.      Proses
·         Membongkar komponen blok silinder
·         Membongkar komponen motor starter dan alternator
·         Mengidentifikasi komponen dongkrak
·         Mengidentifikasi kompressor
·         Mengidentfikasi komponen air condition

b.      Afektif
1.       Karakter
·         Jujur
·         Bertanggung Jawab
·         Kreatif
·         Teliti
2.       Sosial
·         Bertanya
·         Mengembangkan ide
·         Bekerja sama dengan kelompok


c.       Psikomotorik :
·         Mendiagnosa kerusakan motor bakar
·         Mendiagnosa kerusakan  motor starter dan alternator
·         Mendiagnosa kerusakan dongkrak
·         Mendiagnosa kerusakan kompressor
·         Mendiagnosa kerusakan AC

B.      Tujuan Pembelajaran
a. Kognitif
1.      Produk
·         Siswa mampu menjelaskan fungsi motor bakar
·         Siswa mampu menjelaskan fungsi motor listik
·         Siswa mampu  menjelaskan fungsi generator listrik
·         Siswa mampu menjelaskan fungsi pompa fluida
·         Siswa mampu menjelaskan fungsi kompressor
·         Siswa mampu menjelaskan fungsi refrigerasi

2.      Proses
·         Siswa mampu membongkar komponen blok silinder
·         Siswa mampu membongkar komponen motor starter dan alternator
·         Siswa mampu mengidentifikasi komponen dongkrak
·         Siswa mampu mengidentifikasi kompressor
·         Siswa mampu mengidentifikasi komponen air condition

b.      Afektif
1.      Karakter
         Siswa mampu jujur, bertanggung jawab, kreatif, dan teliti dalam  
         mengerjakan tugas.
2.      Sosial
         Siswa mampu bertanya, mengembangkan ide, bekerja sama dengan  
         kelompok, dan jadi pendengar yang baik

c.       Psikomotorik
·         Siswa mampu merakit komponen kepala silinder
·         Siswa mampu melaksanakan identifikasi kerusakan kepala silinder








C.      Materi Pembelajaran
KONSEP MOTOR BAKAR
Suatu kendaraan memerlukan adanya tenaga luar yang memungkinkan kendaraan dapat bergerak serta dapat mengatasi keadaan, jalan, udara dan sebagainya. Sumber dari luar yang menghasilkan tenaga disebut mesin. Mesin merupakan alat yang merubah tenaga panas, listrik, air, angin, tenaga atom atau sumber tenaga lainnya menjadi tenaga mekanik, Mesin merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar ( thermal engine )

Motor bakar ada beberapa macam, yaitu mesin bensin, mesin diesel, mesin turbin dan lain-lainny, yang menghasilkan tenaga panas yang dihasilkan dari dalam mesin itu sendiri disebut motor pembakaran dalam ( internal combustion engine ) sebagai contoh mesin bensin, mesin diesel, mesin turbin. Tenaga panas yang dihasilkan diluar dari mesin itu sendiri disebut motor pembakaran luar ( external combustion engine ) contohnya mesin uap, mesin nuklir dan lainn-lainnya.

Karakteristik mesin bensin dan mesin diesel adalah sebagai berikut :

a.
Mesin Bensin :
- Kecepatannya tinggi dan tenaganya besar
- Mudah pengoperasiannya
- Pembakarannya sempurna
- Umumnya digunakan untuk mobil penumpang dan kendaraan truck kecil

b.
Mesin Diesel  :
- Efisiensi panasnya tinggi
- Bahan bakarnya hemat
- Kecepatanya lebih rendah dibandingkan mesin bensin
- Getarannya besar dan agak berisik
- Harganya lebih mahal
- Umumya dipergunakan untuk niaga dan kendaraan besar/ truck/ bus

1.         PRINSIP KERJA MESIN

Pada gambar skema mesin bensin, campuran udara dan bensin dihisap kedalam silinder, kemudian dikompresikan oleh torak saat bergerak naik, bila campuran udar dan bensin terbakar dengan adanya api dari busi yang panas sekali, maka akan menghasilkan tekanan gas pembakaran yang besar didalam selinder. Tekanan gas pembakaran ini mendorong torak ke bawah, yang menggerakan torak turun naik dengan bebas didalam silinder. Dari gerak lurus ( naik turun) torak dirubah menjadi gerak putar pada poros engkol melalui batang torak. Gerak putar inilah yang menghasilkan tenaga pada mobil.
Description: Langkah Torak
Posisi tertinggi yang dicapai oleh torak didalam silinder disebut Titik Mati Atas (TMA), dan posisi terendah disebut Titik Mati Bawah (TMB), jarak bergeraknya torak antara TMA dan TMB disebut langkah torak (stroke)

Campuran udara dan bensin dihisap didalam silinder dan gas yang telah terbakar harus keluar, dan ini harus berlangsung secara tetap. Pekerjaan ini dilakukan dengan adanya gerakan torak yang turun-naik didalam silinder. Proses menghisap campuran udara dan bensin  kedalam silinder, mengkompresikan, membakarnya dan mengeluarkan gas bekas dari silinder disebut satu siklus

Ada juga mesin yang tiap siklus terdiri dari dua langkah torak, mesin ini disebut mesin 2 langkah (two stroke engine). Poros engkolnya berputar satu kali selama torak menyelesaikan dua langkah, sedangkan mesin 4 langkah ( four stroke engine ) poros engkol berputar dua putaran penuh selama torak menyelesaikan empat langkah dalam tiap satu siklus.

Description: Siklus Kerja Mesin
Description: Prinsip Kerja Mesin 4 Langkah
Langkah Hisap :

Campuran udara dan bensin dihisap kedalam silinder, katup hisap terbuka sedangakan katup buang tertutup, waktu torak bergerak ke bawah, menyebabkan ruang silinder menjadi vakum, masuknya campuran udara dan bensin kedalam silinder disebabkan adanya tekanan udara luar.

Langkah Kompresi  :

Campuran udara dan bensin dikompresikan, katup hisap dan katup buang tertutup, waktu torak mulai naik dari titik mati bawah  (TMB) ke titik mati atas (TMA) campuaran yang dihisap tadi dikompresikan, akibatnya tekanan dan temperaturnya menjadi naik, sehingga akan mudah terbakar, poros engkol berputar satu kali, ketika torak mencapai TMA

Langkah Usaha   :

Mesin menghasilkan tenaga untuk menggerakan kendaraan sesaat sebelum torak mencapai TMA pada saat langkah kompresi, Busi memberi loncatan api pada campuran yang telah dikompresikan, dengan terjadinya Pembakaran, kekuatan dari tekanan gas pembakaran yang tinggi mendorong torak ke bawah. Usaha ini yang menjadi tenaga mesin ( Engine Power ).


Langkah Buang  :

Gas yang terbakar dibuang dari dalam silinder, katup buang terbuka, torak bergerak dari TMB ke TMA mendorong gas bekas keluar silinder, ketika torak mencapai TMA, akan mulai bergerak lagi untuk persiapan langkah berikutnya , yaitu langkah hisap.

Poros engkol telah melakukan 2 putaran penuh dalam 1 siklus terdiri dari 4 langkah yaitu hisap, kompresi, usaha, buang yang merupakan dasar kerja dari mesin 4 langkah


KONSEP MOTOR LISTRIK
Jika sebuah penghantar atau konduktor dialiri arus listrik, maka disekitar penghantar akan timbul medan magnet. Arah medan magnet yang dihasilkan tergantung dari arah arus listrik yang mengalir pada penghantar.
Kaidah sekrup ulir kanan
Description: F:\Gambar\Starter\g1.tif
Gambar  1.1
Kaidah ibu jari kanan
Description: F:\Gambar\Starter\g2.tifGambar  1.2
·         Arus listrik mengalir sesuai arah panah.
·         Medan magnet searah dengan putaran jarum jam.
·         Ibu jari menunjukkan arah arus listrik.
·         Keempat jari lainnya menunjukkan arah medan magnet.

Arah garis gaya
magnet
 
Dalam simbol listrik dapat digambarkan sebagai berikut.
 

Description: D:\Personal 63\Willem-L\gambarstarter\simbol 2.bmp
Gambar  1.3
-        Arus menjauhi kita.
-        Arah garis gaya magnet searah putaran jarum jam

Description: D:\Personal 63\Willem-L\gambarstarter\simbol 1.bmp
Gambar 1.4
-        Arus mendekati kita.
-        Arah garis gaya magnet berlawanan putaran jarum jam.
Bila penghantar yang dialiri arus listrik ditempatkan diantara dua kutup magnet permanen maka garis-garis gaya magnet pada magnet permanen dan pada penghantar akan saling berinteraksi sebagi berikut:

Description: D:\Personal 63\Willem-L\gambarstarter\prinsip stater 1.bmp

Description: D:\Personal 63\Willem-L\gambarstarter\prinsip stater 2.bmp
 

-        Garis gaya magnet yang searah akan saling memperkuat dan garis gaya magnet yang berlawanan saling memperlemah.
-        Pada kumparan akan timbul gaya elektro magnet sehingga kumparan terdorong kebawah (sesuai arah panah)
 





Sebuah penghantar berbentuk U ditempatkan diantara dua kutup magnet permanen, kemudian pada penghantar tersebut dialiri arus listrik maka penghantar akan berputar.
Sisi penghantar       terdorong keatas dan sisi penghantar       terdorong kebawah, sehingga pada sumbu penghantar terdapat gaya saling berlawanan (kopel) dan penghantar akan berputar searah putaran jarum jam.
Prinsip kerja Motor starter satu siklus dengan kumparan anker tunggal dijelaskan sebagai berikut :
Arus listrik mengalir dari Ã… baterai ® sikat positif ® komutator ® sikat negatif®   baterai .   .
-        Sisi kumparan Ä (arus menjauhi kita) membentuk medan magnet dengan garis gaya magnet searah putaran jarum jam.
-        Medan magnet yang timbul diantara kutup-kutup, magnet saling berinteraksi dengan medan magnet yang timbul pada kumparan menghasilkan gaya magnet yang mengarah kebawah (arah panah).
Description: F:\Gambar\Starter\g3.tif
Description: F:\Gambar\Starter\g4.tif
Description: F:\Gambar\Starter\g5.tif
Description: F:\Gambar\Starter\g6.tif

-        Sisi kumparan       (arus mendekati kita) membentuk medan magnet, dengan garis gaya magnet berlawanan arah putaran jarum jam.
-        Medan magnet yang timbul antara kutub-kutub magnet saling berinteraksii dengan medan magnet pada kumparan dan menghasilkan gaya magnet mengarah keatas.

Akibat dari arah kedua gaya magnet yang berlawanan tersebut maka anker akan berputar setengah putaran searah jarum jam
Bila arah arus pada kumparan yang memotong kutup magnet diarahkan hanya satu arah melalui lamel komutator, maka akan menghasilkan putaran motor yang teratur secara terus menerus atau kontinyu..
Torsi yang terjadi akan tergantung pada kuat medan magnet, dan panjang kumparan yang berada dalam medan magnet.
Dalam motor yang sebenarnya terdapat beberapa set atau pasangan kumparan untuk menjamin putaran motor yang lebih teratur.





GENERATOR LISTRIK
ALTERNATOR

Fungsi alternator adalah untuk  mengubah energi mekanis yang didapatkan dari mesin tenaga listrik . Energi mekanik dari mesin disalurkan  sebuah puli, yang memutarkan roda dan menghasilkan arus listrik bolak-balik pada stator. Arus listrik bolak-balik ini kemudian dirubah menjadi arus searah oleh diode-diode.
Komponen utama alternator adalah : rotor yang menghasilkan medan magnet listrik, stator yang menghasilkan arus listrik bolak-balik, dan beberapa diode yang menyearahkan arus.
Komponen tambahan lain adalah : sikat-sikat yang mensuplai arus listrik ke rotor untuk menghasilkan kemagnetan (medan magnet), bearing-bearing yang memungkinkan rotor dapat berputar lembut dan sebuah kipas untuk mendinginkan rotor, stator dan diode.



Konstruksi alternator bagian-bagiannya terdiri dari :
a.            Puli (pulley)              d. Startor coil
b.            Kipas (fan)               e. Rectifier (silicon diode)
c.             Rotor coil

a.            Pull (pully)
Puli berfungsi untuk tempat tali kipas penggerak rotor.

b.            Kipas (fan)
Fungsi kipas adalah untuk mendinginkan diode dan kumparan-kumparan pada alternator.

c.             Rotor
Rotor merupakan bagian yang berputar di dalam alternator, pada rotor terdapat kumparan rotor (rotor coil) yang berfungsi untuk membangkitkan kemagnetan. Kuku-kuku yang terdapat pada rotor berfungsi sebagai kutub-kutub magnet, dua slip ring yang terdapat pada alternator berfungsi sebagai penyalur listrik ke kumparan rotor.
Rotor ditumpu oleh dua buah bearing, pada bagian depannya terdapat puli dan kipas, sedangkan di bagian belakang terdapat slip ring.

  1. Stator

Pada ganbar diatas terlihat ganbar konstruksi dan stator coil.Kumparan stator adalah bagian yang diam dan terdiri dari tiga kumparan yang pada salah satu ujung-ujungnya dijadikan satu. Pada gambar sebelah kanannya terlihat teori  gambar konstruksi ini disebut hubungan “Y” atau bintang tiga fhase. Bgian tengah yang menjadi satu adalah pusat gulungan.Dan bagian ini disebut terminal “N”. Pada bagian ujung kabel lainnya akan menghasilkan arus bolak-balik (AC) tiga phase.









  1. Rectifier (Diode)

Pada gambar diatas memperlihatkan konstruksi dan hubungan antara stator coil dengan diode. Ketiga ujung dari stator dihubingkan dengan kedua  macam diode. Pada model yang lama terdapat dua bagian yang terpisah antara diode positif (+) dan diode negative (-). Bagian positif (+) mempunyai rumah yang lebih besar daripada yang negative (-). Selain perbedaan tersebut ada lagi perbedaan lainnya yaitu strip merah pada diode positif dan strip hitam pada diode negative.
Fungsi dari diode  adalah menyearahkan arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan oleh stator coil menjadi arus searah (DC). Diode juga berfungsi mencegah arus balik dari baterai ke alternator.

REGULATOR
Tegangan listrik dari alternator tidak selalu constant hasilnya. Karena hasil listrik alternator tergantung daripada kecepatan putaran motor. Makkin cepat putarannya makin besar hasilnya demikian juga sebaliknya.
Rotor berfungsi sebagai magnet.Adapun magnet yang dihasilkan adalah magnet listrik, maka dengan menambah atau mengurangi arus listrik yang masuk ke rotor coil akan mempengaruhi daya magnet tersebut sehingga hasil pada stator coilpun akan terpengaruh.Jadi hasil alternator sangat dipengaruhi oleh adanya arus listrik yang masuk ke rotor coil.
Fungsi regulator adalah mengatur besar arus listrik yang masuk ke dalam rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator tetap constant (sama) menurut harga  yang telah  ditentukan walaupun putarannya berubah-ubah. Selain daripada itu regulator juga berfungsi untuk mematikan tanda dari lampu pengisian, lampu tanda pengisian akan secara otomatis mati apabila alternator sudah menghasilkan arus listrik.


Gambar diatas memeperlihatkan fungsi dari regulator, alternator dan baterai. Apabila alternator tidak menghasilkan listrik, maka hanya dari baterai saja untuk mengatasi kebutuhan kelistrikan, bila hal ini terjadi maka regulator akan bekerja memberi tanda pada  pengemudi (lampu CHG).
Ada dua tipe regulator yaitu tipe point (point type) dan tipe tanpa point (pointless type). Tipe tanpa point juga biasa disebut IC  regulator karena terdiri dari intergrated circuit.






Adapun cirri-ciri IC regulator yang dibuat jadi satu dengan alternator adalah sebagai berikut :
a)            Ukuran kecil dan output-nya tinggi
b)            Tidak diperlukan penyetelan voltage (tegangan)
c)            Mempunyai silet konpensasi temperature untuk control tegangan yang dimiliki untuk pengisisan baterai dan suplai ke lampu-lampu.









Apikasi dalam Sistem Pengisian (Charging System)


Gambar diatas menunjukan sirkuit/ranngkaian dari system pengisian yang memakai regulator dua titik kontak. Kebutuhan tenaga untuk menghasilkan medan magnet (magnetic flux) pada rotor alternator  disuplai dari terminal F. Arus ini diatur dalam arti ditambah  atau dikurangi oleh regulator sesuai dengan tegangan terminal B. Listrik dihasilkan oleh stator alternator yang disuplai dari terminal B, dan dipakai untuk mensuplai kembali beban-beban yang terjadi pada lampu-lampu  besar (head llights), wipers, radio, dan lain-lain dalam penambahan untuk mengisi kembali baterai. Lampu pengisian akan menyala, bila altenator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal.Hal tersebut terjadi apabila tegangan dari teminal N alternator kurang  dari jumlah yang ditentukan.

Seperti telah ditunjukan oleh gambar diatas, bila sekering terminal IG putus, listrik tidak akan mengalir ke rotor dan akibatnya alternator tidak membangkitkan listrik.Walaupun
sekering CHG putus alternator akan berfungsi.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan bantuan sirkuit pengisian sebagai berikut.













1. Cara kerja pada saat kunci kontak ON dan mesin mati

Bila kinci kontak diputar ke posisi ON , arus dari baterai akan mengalir ke rotor dan merangsang  rotor coil.Pada waktu yang sama, arus baterai juga mengalir ke lampu pengisisan (CHG) dan akibatnya lampu menjadi menyala (ON).
Secara keseluruhan mengalirnya arus listrik sebagai berikut :

a.            Arus yang ke field coil
Terminal(+)baterai→fusible link→kunci kontak (IG switch)→sekering→terminal IG regulator→point PL→point PL→terminal F regulator→terminal F alternator→brush→slip ring→rotor coiil→slip ring→brush→terminal E alternator→massa→bodi.
Aibatnya rotor terangsang dan timbul kemagnetan yang selanjutnya arus ini disebut araus medan (field current).

b.  Arus ke lampu charge
Terminal (+) baterai→fusibler link→sakjelar kunci kontak IG (IG switch) sekering→lampu CHG→terminal L regulator→titik kontak P→titik kontak P→terminal E regulator→massa bodi.
Akibatnya lampu charge akan menyala.

2. Cara kerja mesi dari kecepatan rendah ke kecepatan sedang.
Sesudah mesin hidup dan rotor berputar, tegangan/voltage dibangkitkan dalam stator coil, dan tegangan netral dipergunakan untuk voltage relay, karena itu lampu charge jadi mati.Pada waktu yang sama, tegangan yang dikeluarkan beraksi pada voltage  regulator. Arus medan (field current) yang ke rotor dikontrol dan disesuaikan dengan tegangan yang dikeluarkan  terminal B yang beraksi pada voltage regulator.
Demikianlah, salah satu arus medan akan lewat menembus atau tidak menembus resistor R, tergantung pada keadaaan titik kontak PL.

Catatan :
Bila gerakan P dari voltage relay, membuat hubungan dengan titik kontak P, maka pada sirkuit sesudah dan sebelum lampu pengisian (charge) tegangannya sama. Sehingga pada aris tidak akan mengalir ke lampu dan akhirnya lampu mati. Untuk jelasnya aliran arus pada masing-masing peristiwa sebagai berikut :
a.  Tegangan Netral
Terminal N alternator→terminal N regulator→magnet coil dari voltage relay→terminal E reguilator→massa bodi.
Akibatnya pada magnet coil dari voltage relay akan terjadi kemagnetan dan dapat menarik titik kontak P dari P dan selanjutnya P akan bersatu dengan P. Dengan demikian lampu pengisian (charge) jadi mati.
b.  Tegangan yang keluar (output Voltage)
Terminal B alternator→trminal B regulator→titik kontak P→titik kontak P→magnet coil dari voltage regulator→terminal E regulator→massa bodi.
Akibatnya pada coil voltage regulator timbul kemagnetan yang dapat mempengaruhi posisi dari titik kontak (point) PL.
Dalam hal ini PL akan tertarik dari PL sehingga pada kecepatan sedang PL akan mengambang (seperti terlihat pada gambar diatas).

c.   Arus yang ke field
Termional B alternator→IG switch→Fuse→terminal IG regulator→Point PL→Point PL→Reristor R→Terminal F regulator→Terminal F alternator→Rotor coil→terminal E alternator→massa bodi.
Dalam hal ini jumlah arus/tegangan yang masuk ke rotor coil bias melalui dua saluran.

→Bila kemagnetan di voltage regulator besar dan mampu menarik PL dari PL, maka arus yang ke rotor coil akan melalui resistor R.Akibatnya arus akan kecil dan kemagnetan yang ditimbulkan rotor coil-pun kecil (berkurang).

d.  Out Put current
Terminal B alternator →baterai dan beban→massa bodi.

3.  Cara Kerja Mesin dari Kecepatan Sedang ke Kecepatan Tinggi

Bila putaran mesin bertambah , voltage yang dihasilkan oleh kumparan stato naik, dan gaya tarik dari kemagnetan kumparan voltage regulator menjadi lebih kuat.
Dengan daya tarik yang lebih kuat, field current yang ke rotor akan mengalir terputus-putus (intermittently).Dengan kata lain , gerakan titik kontak PL dari voltage regulator kadang-kadang membuat hubungan dengan titik kontak PL .













POMPA FLUIDA
1. SIFAT-SIFAT FLUIDA

Sifat – sifat dasar dari zat cair/fluida antara lain adalah :

  1. Mudah menyesuaikan bentuk
Zat cair/fluida dapat dengan mudah menyesuaikan bentuk pada segala tempat (container).

Description: BENTUK FLUIDA

  1. Zat cair/fuida tidak dapat dimampatkan


Description: SIFAT FLUIDA2

  1. Zat cair/fluida meneruskan tekanan ke semua arah
Description: SIFAT FLUIDA3
2.         GAYA DAN TEKANAN

Description: SIFAT FLUIDA

Dari sifat- sifat zat cair diatas bahwa zat cair dapat meningkat gaya dan tekanan seperti gambar  dibawah :
Description: GAYA

P1 = P2

Dimana : P = F / A

P1 = F2 / A2  Sehinggga  F2 = P1 x A2

Dasar bekerjanya gaya dan tekanan diatas adalah hidrostatik sehingga berlaku HUKUM PASCAL yaitu ” Zat cair dalam ruangan tertutup dan diam (tidak mengalir) mendapat tekanan, maka tekanan tersebut akan diteruskan kesegala arah dengan sama rata dan tegak lurus bidang permukaan ”

Rumus Hukum Pascall adalah

F  =  P x A        ( Kg)
Dimana  :
F = Gaya (kg)
P  = Tekanan (Kg/cm2)
A  = Luas penampang cm2  


Description: zat cair dapt mngkatkan gy krja

F1 = P1 x A1
     = 10 Kg/cm2   x 10 cm  = 100 Kg

F1  =  F2  ---------------->   F2 = P2 x (A1 – A2)

                                        F1 = P2 x A1 x A2

                                   100 Kg= P2 x ( 10 – 5 )

                                        P2  = 100 / 5 Kg/cm2       

                                                  = 20  Kg/cm2

3. Karakteristik Cairan hidrolik yang dikehendaki.

Cairan hidrolik harus memiliki karakteristik tertentu agar dapat memenuhi persyaratan dalam menjalankan fungsinya. Karakteristik atau sifat-sifat yang diperlukan antara lain adalah :

Kekentalan (Viskositas ) yang cukup.
Cairan hidrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas. Apabila viskositas terlalu rendah maka film oli yang terbentuk akan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan.





Indeks Viskositas yang baik.
Dengan viscosity index yang baik maka kekentalan cairan hidrolik akan stabil digunakan pada sistem dengan perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif.

Tahan api ( tidak mudah terbakar )
Sistem hidrolik sering juga beroperasi di tempat-tempat yang cenderung timbul api atau berdekatan dengan api. Oleh karena itu perlu cairan yang tahan api.

Tidak berbusa  ( Foaming )
Bila cairan hidrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembung-gelembung udara yang terperangkap dalam cairan hidrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer. Disamping itu, dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat
api akan lebih besar.

Tahan dingin
Yang dimaksud dengan tahan dingin adalah bahwa cairan hidrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada suhu dingin. Titik beku atau titik cair yang kehendaki oleh cairan hidrolik berkisar antara  100 – 150  C di bawah suhu permulaan mesin dioperasikan ( start-up ). Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya block (penyumbatan) oleh cairan hidrolik yang membeku.

Tahan korosi dan tahan aus.
Cairan hidrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena dengan tidak terjadi korosi maka konstruksi akan tidak mudah aus dengan kata lain mesin akan awet.

De mulsibility ( Water separable )
Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan cairan hidrolik untuk memisahkan air dari cairan hidrolik. Mengapa air harus dipisahkan dari cairan hidrolik, karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan logam.

Minimal compressibility
Secara teorotis cairan adalah uncompressible (tidak dapat dikempa). Tetapi kenyataannya cairan hidrolik dapat dikempa sampai dengan 0,5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar. Oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hidrolik agar relatif tidak dapat dikempa atau kalaupun dapat dikempa kemungkinannya sangat kecil. 






KOMPRESSOR
Kompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Kompresor udara biasanya mengisap udara dari atmosfer. Namun ada pula yang mengisap udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Dalam hal ini kompresor bekerja sebagai penguat ( booster ). Sebaliknya ada pula kompresor yang mengisap gas yang bertekanan lebih rendah dari pada tekanan atmosfer. Dalam hal ini kompresor disebut pompa vakum.

1.1              Azas Kompresor

Jika suatu gas didalam sebuah ruangan tertutup diperkecil volumenya, maka gas akan mengalami kompresi. Kompresor yang menggunakan azas ini disebut kompresor jenis perpindahan ( Displacement ). Secara prinsip, kompresor jenis ini dilukiskan seperti didalam gambar 1.1.
Description: 01
 














Adapun pelaksanaannya dalam praktek memerlukan konstruksi seperti diperlihatkan dalam gambar 1.2.

Description: 02
Description: 03
Description: 04
GAMBAR 1.2 
KERJA TUNGGAL


Description: 05
KERJA GANDA

Disini digunakan torak yang bergerak bolak – balik di dalam sebuah silinder untuk mengisap, menekan dan mengeluarkan gas secara berulang – ulang. Dalam hal ini gas yang ditekan tidak boleh membocor melalui celah antara dinding silinder yang saling bergesek. Untuk itu digunakan cincin torak sebagai perapat. Contoh nyata dari kompresor perpindahan yang paling umum dan sederhana adalah pompa ban untuk sepeda atau mobil seperti diperlihatkan dalam gambar 1.3 dan 1.4.
Description: 06

Description: 06A

Cara kerjanya adalah sebagai berikut: jika torak ditarik ke atas, tekanan dalam silinder di bawah torak akan menjadi negatif ( lebih kecil dari tekanan atmosfer ) sehingga udara akan masuk melalui celah katup isap. Katup ini terbuat dari kulit, dipasang pada torak, yang sekaligus berfungsi juga sebagai perapat torak. Kemudian jika torak ditekan ke bawah, volume udara yang terkurung dibawah torak akan mengecil sehingga tekanan akan naik. Katup iasap akan menutup dengan merapatkan celah antara torak dan dinding silinder. Jika torak ditekan terus volume akan semakin kecil dan tekanan di dalam silinder akan naik melebihi tekanan di dalam ban. Pada saat ini udara akan terdorong masuk kedalam melalui pentil ( yang berfungsi sebgai katup keluar ). Maka tekanan di dalam ban akan semakin bertambah besar.
Pada kompresor yang sesungguhnya torak tidak digerakkan dengan tangan melainkan dengan motor melalui poros engkol seperti diperlihatkan dalam gambar dibawah ini.
Description: 07

Dalam hal ini katup isap dan katup keluar dipasang pada kepala silinder. Adapun sebagai penyimpan energi dipakai tangki udara. Tangki ini dapat dipersamakan dengan ban pada pompa ban. Kompresor semacam ini dimana torak bergerak bolak – balik disebut kompresor bolak – balik. Kompresor bolak – balik menimbulkan getaran karena gay inersia sehingga tidak sesuai untuk beroperasi pada putaran tinggi. Karena itu berbagai kompresor putar ( rotari ) telah dikembangkan dan tersedia banyak di pasaran.
Kompresor putar jenis sudu luncur mempunyai sebuah rotor bersudu dan berputar di dalam stator berbentuk silinder. Sudu – sudu dipasang pada alur – alur di sekeliling rotor dan di tekan ke dinding silinder oleh pegas di dalam alur. Jika rotor berputar maka sudu akan ikut sambil meluncur di permukaan dalam dinding silinder.
Adapun cara pemampatan gas di dalam kompresor putar ini dapat diterangkan dengan bagan seperti diberikan dalam gambar 1.6.
Description: 08

Dalam bagan ini bentuk permukaan rotor ( yang seharusnya berbentuk lingkaran ) disederhanakan menjadi lurus dan diperlengkapi dengan sudu – sudu. Sudu – sudu menekan permukaan silinder karena tekanan di dalam alur rotor.
1.2              Klasifikasi Kompresor

Kompresor terdapat dalam berbagai jenis dan model tergantung pada volume dan tekanannya. Gambar 1.8 memperlihatkan klasifikasi kompresor yang digolongkan atas dasar tekannya. Sebutan kompresor ( pemampat ) dipakai untuk jenis yang bertekanan tinggi, blower ( peniup ) untuk yang bertekanan agak rendah sedangkan fan ( kipas ) untuk yang bertekanan sangat rendah. Atas dasar cara pemampatannya kompresor dibagi atas jenis turbo dan jenis perpindahan. Jenis turbo menaikkan tekanan dan kecepatan gas dengan gaya sentrigfugal yang ditimbulkan oleh impeler, atau dengan gaya angkat ( lift ) yang ditimbulkan oleh sudu. Jenis perpindahan, seperti telah diterangkan dimuka, menaikkan tekanan dengan memperkecil atau memampatkan volume gas yang diisap kedalam silinder atau stator oleh torak atau sudu. Kompresor jenis perpindahan seperti telah disinggung dimuka dapat dibagi atas jenis putar dan jenis bolak – balik. Kompresor putar dapat dibagi lebih lanjut atas jenis roots, sudu luncur, dan sekrup.
Kompresor juga dapat diklasifikasikan atas dasar konstruksinya seperti dibawah ini :
  1. Klasifikasi berdasarkan jumlah tingkat kompresi : satu – tingkat, dua – tingkat, ... 
  2. Klasifikasi berdasarkan langkah kerja ( pada komperosr torak ): kerja tunggal ( single acting ), kerja ganda ( double acting ).
  3. Klasifikasi berdasarkan susunan silinder ( untuk kompresor torak ): mendatar, tegak, bentuk – L, bentuk – V, bentuk – W, bentuk bintang, lawan berimbang ( balans oposed ).
  4. Klasifikassi berdasarkan cara pendinginan: pendinginan air, pendinginan udara.
  5. Klasifikasi berdasarkan transmisi penggerak: langsung, sabuk – V, roda gigi.
  6. Klasifikasi berdasarkan penempatannya: permanen ( stationary ), dapat dipindah ( portable ).
  7. Klasifikasi berdasarkan cara pelumasan: pelumasan minyak, tanpa minyak.

REFRIGERANT AC (Air Conditiner)
AC atau Air Conditioners, adalah suatu rangkaian peralatan (komponen) yang berfungsi untuk mendinginkan udara didalam kabin agar penumpang dapat merasa segar dan nyaman.  Rangkaian peralatan (komponen) tersebut adalah:
Description: compressor-4
 


a.    Compressor 






Berfungsi untuk memompakan Refrigrant yang berbentuk gas agar tekanannya meningkat sehingga juga akan mengakibatkan temperaturnya meningkat.


b.    Condenser                                               
Description: condensor 2
Berfungsi untuk menyerap panas pada Refrigerant yang telah dikompresikan oleh kompresor dan mengubah refrigrant yang berbentuk gas menjadi cair (dingin).

c.     Description: dryerDryer/Receifer    
Berfungsi untuk menampung Refrigerant cair untuk sementara, yang untuk selanjutnya mengalirkan ke Evaporator melalui Expansion Valve, sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan. Selain itu Dryer/Receifer juga berfungsi sebagai Filter untuk menyaring uap air dan kotoran yang dapat merugikan bagi siklus Refrigerant.




d.    Expansion Valve                                                 

Description: expansion_valveBerfungsi Mengabutkan Refrigrant kedalam Evaporator,
 agar Refrigerant cair dapat segera berubah menjadi gas.










e.       Description: evaporatorEvaporator        

Merupakan kebalikan dari Condenser Berfungsi untuk menyerap panas dari udara yang melalui sirip-sirip pendingin Evaporator, sehingga udara tersebut menjadi dingin

1)      Cara Kerja Komponen AC

a.      Compressor

Compressor terbagi menjadi  dua bagian, yaitu:
1)      Compressor
Kompresor di gerakkan oleh tali kipas dari puli engine. Perputaran kompresor ini akan menggerakkan Piston/Vane dan gerakan piston/vane ini akan menimbulkan tekanan bagi Refrigerant yang berbentuk gas sehingga tekanannya meningkat yang dengan sendirinya juga akan meningkatkan temperaturnya.

Tipe Reciprocating mengubah putaran Crankshaft menjadi gerakan bolak-balik pada piston.
Description: gb-6b                       
Pada tipe ini sisi piston yang ber- fungsi hanya satu sisi saja, yaitu bagian atas. Oleh sebab itu pada kepala silinder   (Valve Plate) ter- dapat dua katup yaitu katup isap (Suction) dan katup penyalur (Discharge). Lihat gambar mekanis kompresi.


Description: gb-7
 









Pada langkah turun, Refrigerant masuk kedalam ruang silinder dari Evaporator, dan pada langkah naik Refrigerant keluar dari ruang silinder menuju ke Condenser dengan tekanan meningkat dari 2,1 kg/cm2 menjadi 15 kg/cm2 yang mengubah temperatur dari 0oC menjadi 70oC.









D.     Metode Pembelajaran
1        Tanya jawab
2        Penugasan
3        Tes tertulis

E.      Kegiatan Pembelajaran 
a.    Kegiatan Awal : (15 menit)
1.      Mengabsen
2.      Apersepsi  pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari dengan kompetensi proses mesin konversi energi
3.      Menjelaskan tujuan pemelajaran
4.      Mengadakan pre-tes untuk mengetahui kemampuan awal siswa

b.      Kegiatan Inti : (60 menit)
1.      Siswa mengidentifikasi mesin konversi energi melalui penggalian buku manual, dan modul
2.      Siswa menyimak penjelasan guru tentang proses mesin konversi energi melalui presentasi power point

c.       Kegiatan Akhir (15 menit)
1.      Siswa mengerjakan tugas mengidentifikasi proses mesin konversi energi
2.      Siswa menyimpulkan materi pelajaran dengan bimbingan guru
3.      Guru menyampaikan materi pelajaran pada pertemuan berikutnya.
4.      Guru menutup pelajaran,

F.        Alat/Bahan Sumber Belajar :
      1.  Alat/Bahan           :   - laptop
- Spidol
- Proyektor
- Wallchart
2. Sumber Belajar      :   -  Modul
                                - Manual book







G.     Evaluasi

Pertanyaan 1
Sebutkan 3 (tiga) komponen yang dibutuhkan untuk syarat menghasilkan pembakaran di mesin ?
Jawaban :
1.      Oxigen.
2.      Bahan Bakar
3.      Pengapian

Pertanyaan 2
Jelaskan proses pembakarannormal pada mesin bensin?
Jawaban :
Lentikan bunga api dihasilkan busi dan membakar campuran udara dengan bahan bakar, pembakaran tersebut terjadi secara progresip pada ruang bakar, tekanan yang tinggi terjadi akibat pembakaran tersebut dan menekan atau mendorong torak bergerak kearah bawah silinder.

Pertanyaan 3
Sebutkan fungsi sistim starter ?
Jawaban:
Memberikan putaran awal pada poros engkol

Pertanyaan 4
Sebutkan hal yang menyebabkan tenaga putar motor sterter berkurang  ?
Jawaban  :
1. Besarkecilnya arus, 2. Besarkecilnya kemagnetan. 3. Keausan pada bos starter

Pertanyaan 5
Sebutkan fungsi sistim pengisian?
Jawaban :
Untuk melakukan proses pengisian arus listrik berbentuk DC pada Batere secara constan

Pertanyaan 6
Sebutkan penyebab gangguan sistim pengisian tidak sempurna ?
Jawaban :
1.            Untuk tipe regurator lidah penyetel 9 kontak poin )tidak baik
2.            Untuk tipe IC, nilai tahanan IC lemah/rusak

Pertanyaan 7
Apa fungsi filter oli hidrolik?
Jawaban :
Menyaring kotoran yang terkandung dalam oli agar tidak ikut bersikulasi kembali dalam sistem, dalam oil filter dipasang by pass valve yang gunanya untuk memberikan jalan lain (safety) bila filter buntu/kotor.

Pertanyaan 8
Apa fungsi pompa pada sistem hidrolik?
Jawaban :
Mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga fluida hidrolik yang berdasarkan tekanan yang mengikuti prinsip kerja dari Hukum Pascall.

Pertanyaan 9
Apakah yang dimaksud dengan kompresor.
Jawaban :
Mesin untuk memampatkan udara atau gas

Pertanyaan 10
Sebutkan jenis kompresor berdasarkan tekanannya.
Jawaban :
a.      Fan
b.      Blower
c.       Kompresor

Pertanyaan 11
                     Berakibat apa jika terdapat udara didalam siklus dan apa kemungkinan penyebabnya ?
 Jawaban:
AC tidak terlalu dingin.
Kemungkinan penyebabnya :
Ada udara didalam siklus pendingin

Pertanyaan 12
                     Apa yang dapat diketahui bila refrigerant kurang ?
  Jawaban:
  Terlihat gejala sebagai berikut :
- Udara yang keluar dari sistem pendingin tidak  terlalu dingin.
- Pada kaca pengintai terlihat banyak gelembung.


H.     Penilaian
Tertulis:
§  Soal/instrumen (terlampir)
§  Kunci Jawaban (terlampir)
Pengamatan:
§  Minat
§  Perhatian
§  Disiplin
§  Kerja
Praktik (Job Sheet):
§  Proses
§  Produk
§  Waktu
(terlampir)


Mengetahui,
Kepala SMK Muhammadiyah Bontoala
Makassar, 28 September 2012
Guru Mata Diklat





Drs. H. Natsir, M.Si
NIP.19631110 200012 1 002





Arham Amiruddin S.Pd
NIP 000000000000000000